GANTI HATI DAHLAN ISKAN PDF

January 1, Dahlan Iskan saya hanya ingin berterima kasih atas penerimaan buku Ganti Hati saya. Dalam 9 bulan ini sudah dicetak ulang 9 kali. Saya masih akan ke Xian dan kemudian lebaran di Tianjin, sambil melakukan pengecekan check up hati baru saya, setelah tepat setahun ganti hati. Tahun lalu saya juga lebaran di Tianjin, saat baru saja operasi. Rasanya tidak ada masalah sama sekali.

Author:Maucage Goltijin
Country:Equatorial Guinea
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):25 December 2006
Pages:169
PDF File Size:13.70 Mb
ePub File Size:16.14 Mb
ISBN:604-7-50975-453-9
Downloads:71802
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gorr



Oh, ini jam besuk ke ICU. Memang hanya dua orang dari pihak keluarga yang boleh masuk ICU. Kecuali orang asing yang memerlukan penerjemah, maka ditambah satu penerjemah. Saya segera melambaikan tangan ke arah istri dan anak saya. Saya berusaha untuk tersenyum sebagai ganti kata-kata bahwa saya baik-baik saja. Saya memang tidak bisa omong jelas karena banyaknya selang di tenggorokan.

Kalau saya paksakan omong, bisa jadi tenggorokan saya akan terluka dan itu akan menyulitkan diri saya sendiri akhirnya. Anak saya menceritakan apa yang sedang terjadi dan apa yang mereka lakukan malam sebelumnya. Juga menyampaikan daftar nama yang mengirim salam dan memberikan dukungan batin lewat SMS. Istri saya diam saja seperti tertegun melihat ruwetnya jaringan kabel dan selang di sekitar badan saya. Setelah memotret-motret secukupnya, mereka pamit.

Tinggal saya sendiri lagi menghadapi ketidaknyamanan keadaan. Tapi, saya sadar sepenuhnya memang begitulah pascaoperasi. Saya tidak mengeluh. Bagian ini juga harus saya jalani dan saya lewati sebagaimana saya harus menjalani dan melewati proses pembiusan, pembukaan rongga dada, pembuangan liver lama, dan pemasangan liver baru. Ini bukan operasi kecil. Ini operasi besaaar! Kalau setelah operasi ada rasa sakit, pastilah demikian. Maka, saya nikmati saja proses ini.

Mengeluh hanya akan menambah penderitaan. Yang berat adalah menahan diri untuk tidak menggerakkan badan sama sekali. Apalagi harus selama 24 jam. Ini agar luka-luka akibat operasi dan penyambungan pembuluh darah di liver tidak terganggu.

Saya sudah bertekad bagian ini pun harus bisa saya lewati dengan baik. Bahwa akan amat penat, ya itu sudah risikonya. Saya anggap saja sebagai yoga yang panjang. Atau sebagai bagian dari zikir-pidak di tarekat Sathariyah.

Kalau saya bergerak untuk tujuan mengenakkan badan sesaat, akibatnya bisa berupa penderitaan yang panjang. Saya pernah menjalani dua operasi sebelumnya. Dua-duanya mengharuskan saya, kalau bisa, tidak bergerak selama delapan jam. Saya berhasil menjalani itu dulu.

Maka, kalau kali ini saya harus tidak bergerak selama 24 jam pun, saya merasa akan mampu melakukannya. Dan, ternyata memang bisa. Penatnya bukan main, tapi itulah bagian yang harus dijalani untuk sukses. Saat mulai membangun Jawa Pos dulu, tiap malam saya harus berdiri di ruang layout lebih dari 12 jam. Tiap malam. Tujuh hari seminggu. Kali ini saya juga harus mampu memenuhi persyaratan untuk tidak bergerak selama 24 jam!

Sejak kecil pun, saya sudah belajar tahan menderita. Bukan saja oleh kemiskinan, tapi juga oleh kerasnya sikap bapak saya. Misalnya, bapak melarang saya untuk belajar naik sepeda.

Karena itu, sampai kelas tiga SMA aliyah , saya belum bisa naik sepeda. Saya harus sekolah sejauh 6 km dengan jalan kaki. Satu jam berangkat dan satu jam pulang. Kadang, kalau lagi ada pelajaran bahasa Inggris hari itu, saya tetap berangkat dari rumah, namun belok ke sungai di tengah jalan. Saya cari ikan karena takut dengan guru bahasa Inggris.

Lama-lama, tiap pelajaran bahasa Inggris, saya berada di sungai. Akibatnya, saya tidak naik dari kelas 1 ke kelas 2. Rapor saya merah semua, kecuali ilmu bumi yang mendapat angka enam. Bapak marah besar. Saya juga merasa bersalah kepada kakak saya yang telah meninggalkan gajinya untuk saya dan adik saya. Sejak itu, saya kelihatan agak pinter di kelas. Bahkan, kemudian sering jadi ketua berbagai kegiatan.

Juga sering ditunjuk sebagai inspektur upacara pada tiap Senin. Tapi, cita-cita saya bukan itu. Sampai kelas 2 SMA, saya belum punya sepatu.

Tiap hari ke sekolah dengan telanjang kaki. Maka, ketika kelas 3 SMA, saya bisa beli sepatu sepatu kets bekas yang ujung jempolnya sudah bolong dan bagian tumitnya sudah berserabut , saya hemat benar pemakaiannya.

Hanya tiap Senin sepatu itu saya pakai. Maka, jadilah saya inspektur upacara dengan sepatu di kaki. Banggakah saya? Ternyata tidak. Karena dalam hati saya tersiksa. Sepatu itu menimbulkan rasa tidak nyaman yang hebat, bahkan menimbulkan luka. Karena itu, saya hanya tersenyum ketika melihat anak saya mempunyai sepatu sampai lebih dari dan semuanya branded alias bermerek.

Dia memang hobi mengoleksi sepatu. Kalau beli sepatu, dia tidak ingin kotak dan labelnya dibuang. Dia juga tidak pakai sepatu itu. Hanya dia jejer di lantai rumah, untuk dipandang setiap hari. Mula-mula, saya menangis. Tapi, saya pikir tidak ada gunanya. Saya diam dan menikmati pukulan itu. Sambil merasa memang saya bersalah.

Ternyata, bapak malah menghentikan pukulannya. Ini gara-gara saya sering menggunakan alat-alat pertukangannya untuk ndalang. Bapak sangat sayang pada alat pertukangannya. Kalau tidak lagi ada orang yang minta memperbaiki rumahnya, ayah menggosok-gosok alat-alat itu sampai tajam.

Namun, suatu hari, anak-anak pasah itu alat untuk menghaluskan kayu saya gandeng-gandeng, dalam posisi menumpuk. Satu bunyi yang penting dalam memainkan wayang. Kecrek itulah, yang saya pasang di kotak kayu. Saya duduk mendalang di sebelahnya. Begitulah, kelirnya terbuat dari sarung saya. Gamelannya adalah mulut beberapa teman sepermainan. Wayangnya terbuat dari rumput. Dan, kecreknya dari alat pertukangan ayah. Ayah bukan hanya marah karena alat-alat cari uangnya dipakai secara salah, tapi juga karena di kotak itu ternyata ayah menyimpan uang.

Dan, uang itu ikut saya ambil untuk saya belikan dawet. Padahal, meski hanya cukup untuk beli dawet minuman khas di desa , tapi itulah satu-satunya tabungan ayah. Puluhan tahun saya menderita, kata saya dalam hati, kalau hanya akan ditambah 24 jam di ICU ini, apalah beratnya. Perawat ICU memuji ketahanan saya. Karena itu, tangan saya tidak perlu diikat.

Banyak pasien yang tangan dan badannya harus diikat karena selalu berusaha untuk bergerak. Bahkan, ada yang mungkin tidak sadar, tangannya berusaha mencabut selang-selang yang memenuhi tenggorokannya.

Saya pilih menjalani proses tidak bergerak dengan kesadaran sendiri daripada harus diikat seperti itu. Selain karena ukurannya yang cukup besar, juga lantaran ujung dua dari tiga selang-selang itu dimasukkan ke dalam rongga perut saya melalui pinggang kanan dan kiri. Ujung selang yang satunya dimasukkan ke kandung kemih melalui lubang kemaluan.

Ujung lain dari masing-masing selang itu masuk ke kantong plastik penampung cairan yang digantungkan di pinggir ranjang pasien. Dengan adanya selang yang di lubang kemaluan itu, selama di ICU, saya tak perlu lagi merasa akan kencing.

Sebab, begitu kandung kemih saya penuh, air kencing saya keluar dengan sendirinya melalui selang, masuk ke kantong penampungnya.

CATALOGOS DE ACEROS BOHLER PDF

Ganti Hati

Shelves: non-fiction Kisah nyata yang menyentuh, menghibur sekaligus mendidik. Uraiannya jelas dan menunjukkan wawasan yang luas. Memberikan pelajaran tentang bagaimana hidup yang harus dipilih, antara menjadi sehat atau sakit, menjadi sukses atau gagal, rendah hati atau rendah diri. Sangat memuaskan pembaca, meskipun yang tahu tentang kesehatan sekalipun.

ANSWERED PRAYERS CAPOTE PDF

GANTI HATI DAHLAN ISKAN PDF

Dugal Members of Aboriginal, Torres Strait Islander and Maori communities are advised that this catalogue contains names and images of deceased people. In order to set up a list of libraries that you have access to, you must first login or sign up. You must be logged in to Tag Records. Be the first to add this to a list. Rebellion Violetta added it Jun 30, Can I view this online? Just a moment while we sign you in to your Goodreads account.

DJORDJE LICINA-DVADESETI COVEK PDF

Dahlan Iskan Ganti Hati

Oh, ini jam besuk ke ICU. Memang hanya dua orang dari pihak keluarga yang boleh masuk ICU. Kecuali orang asing yang memerlukan penerjemah, maka ditambah satu penerjemah. Saya segera melambaikan tangan ke arah istri dan anak saya.

Related Articles