FILUM ECHINODERMATA PDF

Manfaat Echinodermata Ciri Hidup dan Habitat Echinodermata Semua Echinodermata hidup di pantai hingga dasar laut dengan kedalaman sekitar 6. Echinodermata hidup bebas atau bersimbiosis komensalisme sebagai hewan tempat berlindung bagi hewan lain. Dan Echinodermata ini adalah hewan karnivoria yang memakan hewan polip Cnidaria, udang, kepiting,kerang, siput, ikan kecil, dan bangkai. Echinodermata hidup sebagai plankton, bentuk simetri bilateral kemudian mengalami metamorfosis dewasa dengan bentuk tubuh simetri radial dengan lima penjuru.

Author:Meziran Zulunris
Country:Cyprus
Language:English (Spanish)
Genre:Career
Published (Last):20 November 2009
Pages:271
PDF File Size:8.21 Mb
ePub File Size:12.91 Mb
ISBN:263-3-64569-527-5
Downloads:76590
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Yorn



Echinodermata adalah penghuni perairan dangkal, umumnya terdapat di terumbu karang dan padang lamun. Hewan ini memiliki kemampuan autotomi serta regenerasi bagian tubuh yang hilang, putus atau rusak.

Semua hewan yang termasuk dalam kelas ini memiliki bentuk tubuh yang radial simetris dan kebanyakan mempunyai endoskeleton dari zat kapur seperti tonjolan berupa duri Rani Triana, Dewi Elfidasari,Indra Bayu Vimono Pengertian Echinodermata Echinodermata adalah hewan invertebrata yang memiliki duri pada permukaan kulitnya.

Filum Echinodermata terdiri atas 5 kelas, yaitu Asteroidea bintang laut , Ophiuroidea bintang mengular , Echinoidea bulu babi , holothuroidea timun laut , dan Crinoidea lili laut.

Masing-masing dari kelas tersebut memiliki peranan tersendiri terhadap ekologi laut. Asteroidea bintang laut dan Ophiuroidea bintang mengular memiliki peranan sebagai pelindung karang dari pertumbuhan alga yang berlebihan. Holothuroidea dan Echinoidea memiliki peranan sebagai pendaur ulang nutrien. Echinodermata disebut sebagai kunci ekologi yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Hewan ini dapat dijumpai di perairan laut Indonesia dengan jumlah berlimpah karena keberadaannya dipengaruhi oleh ekosistem terumbu karang yang merupakan salah satu habitat bagi Echinodermata.

Selain pada ekosistem terumbu karang, hewan ini juga dapat ditemukan pada zona pertumbuhan alga, padang lamun dan zona tubir. Walaupun terlihat primitif, echinodermata diketahui berkerabat dekat dengan filum chordata yang didalamnya tercakup Subfilum vertebrata, dengan simetri radialnya berevolusi secara sekunder.

Larva Bintang Laut misalnya menunjukan kesamaan yang cukup besar dengan larva hemichordata. Pada Echinodermata dewasa memiliki bagian tubuh berbentuk simteri radial yaitu bagian tubuh yang mendistribusikan dalam susunan melingkar disekitar poros tengah.

Sedangkan pada bagian larvanya memiliki tubuh yang simeteri bilateral yaitu bagian tubuh yang satu berdampingan dengan bagian tubuh yang lain dan jika ditarik garis dari depan ke belakang terlihat bagian tubuh sama antara kiri dan kanan. Larva Echinodermata merupakan hewan mikroskopis transparan, bersilia dan umumnya berenang bebas di laut.

Morfologi dan Fisiologi Keistimewaan Echinodermata adalah memiliki tubuh organ tubuh lima atau kelipatannya. Di samping itu, hewan ini memiliki saluran air yang sering disebut sistem ambulakral. Sistem ini digunakan untuk bergerak, bernafas, atau untuk membuka mangsanya yang memiliki cangkok. Ciri umum lainnya adalah pada waktu masih larva tubuhnya berbentuk simatris bilateral dan hidup sebagai plankton kemudian bermetamorfosa menjadi simetris radial ketika dewasa, tidak berkepala, tubuh tersusun dalam sumbu oval aboral.

Echinodermata tidakmempunyai sendi ataupun rangka untuk bergerak walaupun Echinodermata mempunyai rangka luar , melainkan bergerak menggunakan sistem hidrolik saluran air water vascular system yang membantunya dalam pergerakan.

Sistem saluran air mempunyai banyak tonjolan-tonjolan yang disebut sebagai kaki tabung tube feet pada bagian ventral lengan yang membantunya dalam pergerakan dan makan.

Tubuh tertutup epidermis tipis yang menyelubungi rangka messodermal rangka di dalam. Rangka terdiri atas ossicle atau pelat-pelat kapur yang dapat digerakkan atau tidak. Gerakan pada kaki ambulakral dapat terjadi akibat perbedaan tekanan air. Kaki ambulakral memiliki rongga dan merupakan kelanjutan dari sistem pembuluh air yang berfungsi untuk bergerak atau bahkan bernapas dan membuka cangkang mangsa buruannya.

Sistem pembuluh air terdiri dari bagian-bagian berikut. Madreporit, merupakan lempeng dorsal yang berlubang-lubang sebagai tempat masuknya air laut kedalam sistem pembuluh air. Madreporikus saluran batu , yaitu saluran penghubung antara madreporit dengan saluran cincin Sirkomolaris saluran cincin , merupakan saluran melingkar yang mengelilingi mulut Saluran radialis, yaitu cabang dari saluran cincin yang menuju ke setiap lengan dan berujung pada kaki Setiap kaki ambulakral kaki tabung berhubungan dengan gelembung otot yang disebut ampula.

Pada sebagian hewan echinodermata yang pergerakannya tergantung pada kaki ambulakral seperti bintang laut jika ampulanya berkontraksi, maka air akan tertekan masuk kedalam kaki ambulakral, yang berakibat kaki ambulakral berubah menjulur panjang, dan apabila bintang laut akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki ambulakral di sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya sementara kaki lain bebas.

Selanjutnya ampula akan mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk sehingga kaki ambulakral yang memegang benda tadi memendek dan menyeret tubuh hewan ini kearahnya. Disamping kaki ambulakral pergerakan bintang laut dalam air dibantu oleh lengan-lengannya. Sistem Peredaran Darah dan Sistem Syaraf Sistem peredaran darah pada echinodermata umumnya tereduksi dan sukar diamati.

Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan. Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian-bagian lengannya. Selain itu echinodermata tidak memiliki otak.

Sistem Pencernaan Makanan Sistem pencernaan makanan pada echinodermata dimulai dari mulut yang berada di bagian ventral atau oral menghadap ke bawah , kemudian selanjutnya adalah faring, kerongkongan, lambung, usus, dan anus.

Pada sebagian echinodermata lambung ini bercabang lima dan masing-masing menuju ke arah lengan. Anus terletak di bagian dorsal permukaan aboral dan pada sebagian hewan echinodermata tidak berfungsi sehingga bahan-bahan makanan yang tidak tercerna dikeluarkan lagi melalui mulut. Makanan echinodermata beragam mulai dari kerang, plankton, sampai organisme yang mati. Dengan ini bisa dikatakan sistem pencernaan rata-rata hewan echinodermata cukup berkembang. Sistem Pernapasan dan Ekskresi Pada umumnya echinodermata bernapas dengan menggunakan paru-paru kulit yang merupakan penonjolan pada dinding rongga tubuh selom yang tipis dan dilindungi oleh silia dan pediselaria, pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida, sementara sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkat oleh sel-sel ameboid ke paru-paru kulit dan selanjutnya akan dilepaskan keluar tubuh.

Sistem Reproduksi Echinodermata mempunyai jenis kelamin yang terpisah yaitu terdapat jantan dan betina. Dengan saluran reproduksi yang sederhana, terdapat juga hewan-hewan echinodermata yang bersifat hermafrodit. Pada echinodermata fertilisasi pembuahan berlangsung secara eksternal atau terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan cepat membelah sehingga menghasilkan blastula yang selanjutnya akan berkembang menjadi gastrula lalu menjadi larva yang berbentuk simetri bilateral.

Larva ini pada umumnya bersilia dan memiliki ukuran mikroskopis, larva ini kemudian berenang bebas dan mengalami metamorfosis menjadi bentuk dewasa yang berbentuk simetri radial. Pada umumnya hewan ini bertubuh kasar karena terdapat tonjolan kerangka dan duri di tubunya.

Untuk bentuk tubuh Echinodermata ini pada umumnya seperti bintang bulat, pipih, bulat memanjang dan seperti tumbuhan. Sedangakan pada bagian tubuhnya oral yang memiliki mulut dan aboral tidak memiliki mulut. Pada permukaan tubuh Echinodermata umumnya berduri, baik pendek tumpul maupun panjang berduri. Echinodermata tidak memiliki otak dan memiliki Ambulakral yang berfungsi dalam mengatur pergerakan.

Pada sistem organ Echinodermata sebagai berikut : Sistem Peredaran Darah Echinodermata memiliki sistem peredaran darah yang masih belum. Jika digambarkan secara sederhana, pembuluh darah berawal dari yang mengelilingi mulut setelah itu berjabang pada setiap kaki tabung. Sistem Pernapasan Echinodermata dilakukan dengan menggunakan insang atau pupula tonjolan pada rongga tubuh. Sistem Persarafan Echinodermata terdiri atas saraf yang berbentuk lingkaran cincin yang mempersarafi mulut dan saraf radial yang mirip tali mempersarafi pada bagian lengan atau kaki tabung.

Sistem Pencernaan Berupa mulut esophagus, lambung, usus dan anus. Dapat dikatakan, sistem pencernaannya sudah sempurna. Ciri-Ciri Pada Echinodermata Tubuh Echinodermata terdiri atas 3 lapisan dan memiliki rongga tubuh atau disebut dengan tripoblastik.

Memiliki bentuk tubuh yang simetri bilateral pada saat masih larva dan disaat dewasa bentuk tubunya simteri radial. Memiliki kulit tubuh yang terdiri atas zat kitin. Bergerak dengan ambulakral yaitu kaki tabung dengan lubang-lubang kecil yang berfungsi untuk menghisap. Memiliki sistem pencernaan sempurna kecuali bintang laut yang tidak memiliki anus. Tidak memiliki sistem eksresi. Pada permukaan tubuh berdiri atas tonjolan-tonjolan yang menyerupai duri.

Memiliki sistem tabung jaringan hidrolik. Echinodermata berkembang biak dengan secara seksual yaitu hewan jantan dan betina yang melepaskan sel gametnya ke air laut dan proses fertilisasi yang berlangsung secara eksternal didalam air laut. Echinodermata merupakan hewan yang dapat hidup secara bebas yang artinya habitat pada hewan ini dapat dimana saja bisa dilaut pantai hingga dilaut dalam.

Untuk makanan tergantung kepada jenisnya. Contoh : makanan ialah plankton atau organism yang mati atau membusuk. Klasifiksi Echinodermata Kelas Archoidea Hewan yang dengan bentuk bintang yang biasa disebut bintang laut. Astroida sering ditemukan dilaut panati, Astroidea merupakan spesies terbanyak dari kelas filum Echinodermata takni terdapat 1.

Archoidea memiliki bagian tubuh oral bagian tubuh dengan mulut dan bagian aboral bagian tubuh dengan anus. Pada ujung kaki terdapat bintik mata yang mampu membedakan terang dan gelap. Bintang laut memiliki duri yang tumpul dan pendek.

Disekeliling duri terdapat duri kecil yang dinamakan pedicelaria yang berfungsi untuk menangkap makanan dan melindungi tubuh dari kotoran. Pada bagian dekat anus terdapat lubang air disebut dengan medreporit. Archoidea memiliki saluran cincin yang berada di pusat tubuh serta saluran radial yang merupakan cabang saluran cincin di bagian lengan. Bulu babi atau landak laut merupakan salah satu dari kelas Echinoidea.

Bentuk tubuh dari echinodea ialah agak bulat dan tidak memiliki lengan tetapi terdapat duri yang jumlahnya banyak. Terdapat dari yang pendek dan panjang. Duri Echinodea memiliki bentuk zat kapur. Tubuh Echinodea memiliki otot dengan fungsi untuk memutar duri tersebut sehingga dapat bergerak.

Mulut hewan ini memiliki struktur yang menyerupai rahang membantu dalam memakan mangsa. Kelas Crinoidea Crinoidea memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan bunga atau tumbuhan. Crinoidea ialah anggota fillum echinodermata yang spesies paling sidikit yakni terdapat spesies dan kelompok paling primitive dari filum echinodermata.

Hewan yang hidup di pantai hingga kedalaman laut 3. Tubuh yang tidak memiliki duri dan jika memiliki tangkai disebut lillia laut jika bertangkai akan menempel pada dasar laut dengan sirri yaitu bagian ujung tangkai memiliki zat tanduk , sedangkan yang tidak memiliki tangkai disebut dengan bintang laut berbulu.

Dibagian dasar tubuh kaliks jenis yang terdapat sisi oral mulut dan sisi anus sedangkan di bagian lengannya berjumlah banyak yang mengelilingi bagian kaliks tersebut. Umumnya jumlah lengan Crinoidea ialah kelipatan lima dan memiliki cabang yang disebut dengan pinula. Di sisi oral terdapat celah yang bersilia disebut dengan celah ambulakral.

Celah tersebut berfungsi dalam menangkap makanan berupa cairan, zooplankton atau partikel lainnya yang tersebar di laut. Kelas Ophiuroidea Kelas Ophiuroidea merupakan kelas berbentuk yang menyerupai bintang laut, tetapi memiliki lengan yang lebih panjang dan lebih kurus dan cakram pusat tubuh yang lebih jelas. Jika kaki digerakkan maka pergerakannya mirip dengan ular, sehingga kelas ophiuroidea disebut dengan bintang mengular, kaki tabungannya ini tidak memiliki penyedot dan bergerak dengan mencambukkan kakinya, sehingga kaki ini lebih mudah patah.

Pada kaki atau lengan berfungsi menangkap mangsanya kemudian memasukkan ke dalam laut. Sebagian jenis dari pemakan cacaing, moluska, suspense atau bangkai. Hewan ini tidak memiliki anus dan umumnya hidup disela bebatuan. Kelas Holothuroidea Holothuroidea merupakan hewan yang bentuk tubuh bulat memanjang dari permukaan oral ke permukaan aboral.

Tubuhnya terlihat seperti bentuk buah timun sehingga sering disebut dengan timun laut.

GOARMYED TUITION ASSISTANCE FORM PDF

Phylum Echinodermata: Definition, Characteristics & Examples

Echinodermata adalah penghuni perairan dangkal, umumnya terdapat di terumbu karang dan padang lamun. Hewan ini memiliki kemampuan autotomi serta regenerasi bagian tubuh yang hilang, putus atau rusak. Semua hewan yang termasuk dalam kelas ini memiliki bentuk tubuh yang radial simetris dan kebanyakan mempunyai endoskeleton dari zat kapur seperti tonjolan berupa duri Rani Triana, Dewi Elfidasari,Indra Bayu Vimono Pengertian Echinodermata Echinodermata adalah hewan invertebrata yang memiliki duri pada permukaan kulitnya.

JAIME ALAZRAKI LA PROSA NARRATIVA DE JORGE LUIS BORGES PDF

Peranan Echinodermata: Ciri-ciri Echinodermata: Klasifikasi Echinodermata

Kerugian Echinodermata adalah bentuk hewan laut yang hidup bebas. Mereka berbentuk simetri radial terlihat pada saat dewasa sementara larva simetris bilateral. Tubuh echinodermata diwakili oleh disk pusat yang ditutupi oleh tulang dengan duri yang disebut pedicellaria. Echinodermata menunjukkan adanya sistem vaskular air. Echinodermata memiliki kaki tabung untuk penggerak dan pernapasan.

C3279 TRANSISTOR PDF

Echinodermata : Pengertian, Ciri, Dan Klasifikasi Beserta Peranannya Secara Lengkap

Daerah posterior biasanya berbentuk lonjong sampai ke bagian caudal. Contoh: Molpadia, Paracaudina. Tubuh berbetuk cacing dan mempunyai permukaan halus atau berkutil. Podia atau kaki tabung tidak ada. Tentakel oral buah, sederhana, bertipe digtate atau pinnate Mempunyai retraktor pharyngeal Pada sistem pembuluh airnya tereduksi.

FILUM ECHINODERMATA PDF

Ciri-ciri Echinodermata, klasifikasi dan contoh Echinodermata

January 12, Echinodermata adalah anggota dari keluarga besar hewan laut yang mempunyai permukaan kulit berduri termasuk juga pada jenis hewan laut yang mempunyai bentuk tubuh bulat berduri seperti bintang laut, landak laut dan bulu babi dan teripang. Walaupun berbeda bentuk tetapi masih masuk dalam kelompok spesies yang sama dan tidak saling memangsa yaitu kelompok echinodermata. Hewan yang masuk dalam golongan echinodermta mempunyai spesies. Tubuhnya terlohat bening dan tipis serta memiliki lima pelengkap dan pendukung yang berbeda dengan mulut yang berada pada posisi tengah dan memiliki cara hewan berdabtasi dengan lingkungannya sendiri. Berikut adalah ciri ciri echinodermata : Semua echinodermata terdiri dari hewan biota laut atau yang hidup didalam laut Pengelompokan hewan yang hewan golongan echinodermata memiliki endoskelton dari osikel berkaurdan karena susunan permukaan tubuhnya berduri. Memiliki susunan organ tubuh, memiliki sistem alat pencernaan dan memiliki tingkat organisasi dengan hewan lain.

Related Articles