ENZIM BROMELIN PDF

Rahma Nurita Sari D. Aulia Candra P. Lian Jihantoni D. Tujuan Mengetahui kerja enzim bromelin dalam pemisahan minyak pada santan kelapa. Bahkan keaktifan bromelin pada kasein dari buah nanas muda lebih tinggi bila dibanding buah nanas tua. Enzim bromelin bermaanfaat sebagai biokatalisator dalam reaksi hidrolisis protein.

Author:Dugar JoJojar
Country:Djibouti
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):3 February 2008
Pages:191
PDF File Size:3.45 Mb
ePub File Size:2.17 Mb
ISBN:799-9-19302-583-6
Downloads:16801
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kejar



Aktivitas enzim juga dipengaruhi oleh konsentrasi enzim dan konsentrasi substrat. Pengaruh aktivator, inhibitor dan kofaktor dalam beberapa keadaan juga merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim Indah, Efek suhu terhadap aktivitas enzim Aktivitas enzim akan bertambah dengan naiknya suhu sampai tercapainya aktivitas optimum.

Kenaikan suhu lebih lanjut akan mengakibatkan menurunnya aktivitas enzim dan pada akhirnya merusak enzim Pelczar, Efek pH terhadap aktivitas enzim Perubahan pH akan mempengaruhi kecepatan reaksi enzim, karena berubahnya derajat ionisasi gugus asam dan basa dari enzim. Untuk kebanyakan enzim, terdapat rentang pH optimum dimana aktivitas enzim berlangsung secara optimum dan mempunyai stabilitas yang tinggi.

Efek konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim Pada enzim-enzim dengan derajat kemurniannya tinggi, terdapat suatu hubungan linear antara jumlah enzim dan taraf aktivitas pada batas-batas tertentu. Konsentrasi enzim pada umumnya sangat kecil, bila dibandingkan dengan konsentrasi substrat. Saat konsentrasi enzim meningkat, maka aktivitas enzim juga bertambah Pelczar, Efek konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim Kecepatan reaksi yang dikatalisis oleh enzim sangat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat.

Pada konsentrasi substrat yang sangat rendah, kecepatan reaksi yang dikatalisis enzim juga sangat rendah. Sebaliknya, kecepatan reaksi akan meningkat dengan meningkatnya konsentrasi substrat sampai tercapai titik tertentu, yaitu titik batas kecepatan reaksi maksimum.

Setelah titik batas, enzim menjadi jenuh oleh substratnya, sehingga tidak dapat berfungsi lebih cepat. Pembatas kecepatan enzimatis ini adalah kecepatan penguraian kompleks enzim-substrat menjadi produk dan enzim bebas Lehningher, 5. Efek aktivator, inhibitor dan kofaktor terhadap aktivitas enzim Aktifitas katalitik enzim dapat dipengaruhi oleh aktivator bahan-bahan yang meningkatkan aktivitas enzim dan inhibitor bahan-bahan yang menurunkan aktivitas enzim. Berdasarkan kinetikanya, inhibitor dapat dibedakan menjadi inhibitor ireversibel dan reversibel Palmer, Aktivitas enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor, yaitu komponen non protein dari enzim yang menentukan aktivitas katalitiknya.

Secara relatif hal ini dapat diatasi dengan penambahan senyawa pereduksi seperti sistein, markaptoetanol, glukation, dan vitamin C. Selain dengan cara penambahan senyawa pereduksi juga dapat distabilkan dengan cara amobilisasi enzim. Aktivitas enzim bromelain dipengaruhi oleh beberapa inhibitornya seperti diisopropilfosfofluoridat DIPF , yang dilaporkan oleh Murachi T dan Yasui.

M pada tahun dapat menghambat aktivitas katalitik dari enzim bromelain. Protease dinamakan juga peptidase, karena memecah ikatan peptida pada rantai polipeptida Fuadi, Ada dua macam peptidase, yaitu endopeptidase dan eksopeptidase. Endopeptidase adalah enzim yang mengkatalisis pemecahan ikatan peptida pada bagian dalam rantai polipeptida. Eksopeptidase adalah enzim yang mengkatalisis pemecahan ikatan peptida pada ujung rantai polipeptida Wirahadikusumah, Filtrat disentrifuga selama 10 menit dengan kecepatan Selanjutnya dilakukan sentrifugasi pada kecepatan Diperoleh serbuk yang merupakan enzim bromelain kasar kemudian dilarutkan dalam buffer fosfat pH 7,0 disimpan pada 4 C.

Panaskan lagi pada suhu yang sama selama 30 menit. Protein yang terkoagulasi dipisahkan dengan kertas saring. Filtrat yang diperoleh diukur absorbansinya pada panjang gelombang nm. Sebagai kontrol digunakan enzim yang telah dimatikan aktivitasnya melalui pemanasan. Unit aktivitas dinyatakan dalam 1 mikro mol tirosin yang dihasilkan per ml enzim dalam15 menit pada kondisi percobaan. Isolasi enzim dilakukan dengan metode ekstraksi. Tujuan ekstraksi adalah untuk mengeluarkan enzim dari dalam sel dan jaringan buah nanas.

Selama proses berlangsung diusahakan suhu dijaga agar tidak melebihi 10 C dan perlu ditambah larutan penyangga dengan pH 7,5, pada saat pemblenderan yang merupakan ekstraksi secara fisik. Kemudian dilakukan sentrifugasi untuk memisahkan enzim kasar dari sisa-sisa jaringan nanas. Hasil sentrifugasi akan didapat endapan yaitu sisa-sisa jaringan nanas dan supernatant yang merupakan enzim kasar bromelain. Enzim bromelain merupakan enzim yang penting karena aplikasinya luas dan bernilai komersil yang tinggi.

Bromelain Production : Current Trends and Perspective. Sains Kimia Vol.

APPLIED ELECTROMAGNETICS ULABY PDF

Bromelain Nedir?

Amelia Puspasari S. A1M 2. Amrul Hamzah A1M 3. Chandra Murnihandayani A1M 4. Felia Agustina A1M 5. Latar Belakang Tanaman nenas Ananas comosus L Merr merupakan tanaman yang biasa kita jumpai di pekarangan rumah masyarakat. Budidaya tanaman nenas diminati oleh masyarakat karena proses penanaman, pemeliharaan sampai waktu panen tidak terlalu rumit.

LEYENDAS DE BECQUER LA AJORCA DE ORO PDF

Pineapple is native to the Americas but is now grown throughout the world in tropical and subtropical regions. Historically, natives of Central and South America used pineapple for a variety of ailments, such as digestive disorders. Currently, bromelain is used as a dietary supplement for nasal swelling and inflammation, osteoarthritis, cancer, poor digestion, and muscle soreness. Topical applied to the skin bromelain is used for wounds and burns. Bromelain is obtained from the stem or fruit of the pineapple. It is sold in the form of a powder, cream, tablet, or capsule, and it may be used alone or in combination with other ingredients.

CURE FOR ALL CANCERS HULDA CLARK PDF

Aktivitas enzim juga dipengaruhi oleh konsentrasi enzim dan konsentrasi substrat. Pengaruh aktivator, inhibitor dan kofaktor dalam beberapa keadaan juga merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim Indah, Efek suhu terhadap aktivitas enzim Aktivitas enzim akan bertambah dengan naiknya suhu sampai tercapainya aktivitas optimum. Kenaikan suhu lebih lanjut akan mengakibatkan menurunnya aktivitas enzim dan pada akhirnya merusak enzim Pelczar, Efek pH terhadap aktivitas enzim Perubahan pH akan mempengaruhi kecepatan reaksi enzim, karena berubahnya derajat ionisasi gugus asam dan basa dari enzim. Untuk kebanyakan enzim, terdapat rentang pH optimum dimana aktivitas enzim berlangsung secara optimum dan mempunyai stabilitas yang tinggi. Efek konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim Pada enzim-enzim dengan derajat kemurniannya tinggi, terdapat suatu hubungan linear antara jumlah enzim dan taraf aktivitas pada batas-batas tertentu.

Related Articles